Aku merasa gelap
dalam terang…
Fikiranku
dipenuhi hasrat untuk mengejar duniawi. . .berdalih semua adalah manusiawi
Tak ku hiraukan
siapa pencipta skenarionya, ditempat siapa aku menumpang hidup..
Aku… hanya aktor
di dalamnya, dalam dunia fatamorgana…yah …tak lebih dari itu,,
Tapi kesombongan
menutupi itu semua, membuat aku lupa siapa aku sebenarnya,,untuk apa aku hidup
di dunia, peran apa yag harus aku jalani, watak apa yang harus aku miliki,
bahkan alur apa yang harus aku ikuti..
Selama ini aku
hanya berharap mampu menggenggam dunia dengan cara dan jalan sendiri.
Berharap bisa
menjadi besar, namun aku tak sadar betapa kerdilnya aku dihadapan Rabb ku..
Aku kerdil, tapi
kesombongan menutupi itu semua..
Tujuan duniawi
yang membayangi, membuat aku tak habis-habisnya, tak puas-puasnya mengejar
harta. Menjadikan aku lupa pada tujuan hdupku yang sebenarnya.
Dan sekali lagi,
aku merasa gelap dalam terang……
Hingga akhirnya,
Allah tunjukkan kuasaNya…
Ia ‘menyentilku’….mengubah
jalan licin menjadi berbatu, jalan lurus menjadi berliku
Dan saat itu
juga Allah melihat sejauh mana aku bisa melewati setiap episodenya… yah, dengan
caraku sendiri. Aku tertatih, perlahan ku mulai rapuh, aku lelah, bahkan putus
asa….
Semakin aku
ikuti jalan pikiranku, semakin aku tersesat dan tak bisa kembali.
Tak ada panah
penunjuk jalan…semuanya kosong seperti ‘kota mati’..dan aku, harus tempuh jalan
itu.
Ku coba kembali
ke belakang, namun hanya gelap yang aku temui, tak ada penerang, tak bisa
kembali………
Aku…dikejar
waktu…waktu tak menungguku untuk berdiam diri lebih lama di jalan itu..dan
sekali lagi, jalan bercabang yang harus aku tempuh, tanpa kode, tanpa peta,
tanpa petunjuk……….
Aku menyerah!!!!......bahkan
kesombongan yang selalu aku bawa tak bisa membantuku memilih jalannya….
Lama ku
terdiam dipersipangan itu…perlahan,
mulai ku sebut AsmaNya
Malu rasanya
untuk meminta pertolongan pada Rabb yang telah aku sia- siakan dahulu…
Di persipangan
itu, aku bersujud…….dan saat itu aku benar- benar merasa kerdil. Tak ubahnya
seperti semut yang dipandang sebelah mata oleh manusia..
Dengan rasa malu
dan menyesal, aku memohon pada Rabbku…dengan tangisan penyesalan, aku meminta
pada Rabbku…dengan merasa kerdil sekerdil- kerdilnya, ku tundukkan kepalaku,
bersujud di ‘kakiNya’..hingga akhirnya ku dapati cahaya terang mulai menerangi
salah satu jalan. Inikah Nur Mu?
Tanpa berfikir
panjang, ku coba lalui jalan itu.. perlahan dan mulai waspada pada setiap
tanjakan yang ada…. Semakin lama, aku mulai melaluinya dengan percaya
diri..hingga dipertengahan jalan, Allah temukan aku dengan sekumpulan orang
bersorban dan berhijab… ku sapa mereka satu persatu dengan pakaian lusuhku……
mereka menyambutku dengan senyuman tulus lagi hangat…senyum itu tak pernah ku
dapat sebelumnya,,damaaaii……..
Ku coba berhenti
sejenak, melepas lelah..dan ku coba simak setiap alur pembicaraan
mereka..bersenda gurau penuh kebahagiaan.. kulihat wajah mereka sungguh
bercahaya, dan bahkan wajah kusam kupun ikut bercahaya karna pancaran
kilaunya..
Mulai ku dekati
mereka, ku perhatikan setiap inch
dari mereka…dan kulihat sebuah buku kecil yang mereka genggam pada tangan
kanannya.. buku apa itu? Knpaa mereka semua menggenggamnya? Apa yang ada
didalamnya, hingga mereka berlomba- lomba untuk membaca isinya?
Semakin dekat ku
dekati mereka,, kali ini dipenuhi rasa penasaran yang membuncah. MasyaaAllah,,,,,betapa
terkejutnya aku…,ternyata itu Al-Qur’an…. Kitab suci agama yang ku anut sejak
lahir, yang sering aku baca di tempat mengajiku dulu..namun aku tinggalkan ‘mereka’
demi tujuan duniawiku…….. ku perhatikan setiap wajah mereka dalam- dalam..terlihat
sangat khusyuk, bahkan tak jarang butiran bening itu megalir dari sudut mata
mereka…… begitu syahdu, begitu indah, begitu damai mereka dengan tilawahnya……..
aku juga ingin merasakan hal yang sama…….. tapi diri ini terlanjur malu…. Malu dengan
masalalu…lidah ini terasa kaku untuk meminta…hingga mereka memperhatikanku… meraka
mulai menarik tanganku…. Mengajakku tilawah bersama…. Ya Rabb,,,bru kai ini aku
merasa benar- benar damaaii…….. bersama mereka…para syuhada,,, Dan sungguh,,,
kalau bisa waktu diputar kembali, aku ingin seperti ini,,,melangkah bersama
menelusuri jalan menuju JannahMu……
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar